1/05/2005

Mengenal Teknologi ADSL

Sumber: Kompas-Rabu, 19 Mei 2004

Oleh: Anton Timur

CARA dial up untuk melakukan koneksi internet murah dan mudah karena hanya menggunakan modem analog dan saluran telepon biasa walau kecepatannya masih rendah. Padahal, perkembangan beragam aplikasi di internet yang begitu pesat menuntut tersedianya koneksi berkecepatan tinggi.
KINI ada teknologi asymmetric digital subscriber line (ADSL) sebagai jalan raya informasi yang lapang. ADSL adalah teknologi modem yang mentransformasikan saluran telepon biasa menjadi saluran digital berkecepatan tinggi untuk melakukan komunikasi suara dan data super cepat.
ADSL salah satu teknologi xDSL yang memanfaatkan kabel tembaga untuk melewatkan data dengan kecepatan tinggi, seperti halnya high bit rate digital subscriber line (HDSL) atau symmetric digital subscriber line (SDSL). Beda di antara varian xDSL adalah mode transmisi dan kecepatannya.
Pada ADSL, mode transmisinya asimetris, kecepatan ke sisi sentral telepon (upstream) berbeda dengan kecepatan ke sisi pengguna (downstream). Ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa koneksi internet lebih banyak mengambil data (download) dari jaringan utama (backbone) internet dibandingkan dengan melakukan pengiriman informasi (upload). ADSL lebih efisien dan memenuhi kebutuhan pengguna Internet dibandingkan dengan varian lainnya.
Teknologi ADSL merupakan generasi ketiga dalam evolusi jaringan akses pita lebar (broadband) setelah modem analog yang berbasis suara (voiceband modem) dan integrated service digital network (ISDN). Teknologi modem analog berkembang pesat dari hanya berkecepatan 14,4 kbps hingga kini mencapai 56 kbps meski kenyataannya sulit meraih batas kecepatan ini.
ISDN mampu mencapai 128 kbps, tetapi butuh investasi besar untuk penggelarannya dan tetap masih dianggap lambat dibandingkan denganm kecepatan ADSL yang bisa melesat hingga 8 Mbps.
Modem ADSL menggunakan teknik pengodean digital untuk mengompres data hingga mampu melewatkannya sampai dengan 99 persen kapasitas saluran telepon tanpa mengganggu layanan suara yang telah ada. Ini artinya, kita tetap bisa melakukan pembicaraan di telepon atau mengirimkan faksimile saat sedang menjelajahi (browsing) internet.
ADSL mampu menyalurkan informasi sampai dengan 8 Mbps ke sisi downstream dan hingga mendekati 1 Mbps ke sisi upstream, tergantung kepada kondisi jaringan telepon. Teoretis, ADSL berkecepatan 2 Mbps mempunyai jarak jangkau dari sentral telepon ke pelanggan sekitar 5 kilometer. Semakin bagus kualitas jaringan telepon yang ada dan semakin besar diameter kabel telepon yang digunakan, semakin jauh jarak jangkauannya.
Konfigurasi ADSL terdiri dari dua komponen utama, yaitu perangkat digital subscriber line access multiplexer (DSLAM) di sisi operator telekomunikasi dan modem ADSL di sisi pelanggan. DSLAM bisa ditempatkan di sentral telepon (disebut juga indoor DSLAM) atau di sisi jauh jaringan telepon (disebut juga outdoor DSLAM). Perangkat DSLAM biasanya berukuran besar dan dilengkapi POTS splitter yang digunakan untuk memisahkan antara suara dan data.
Jenis protokol yang digunakan ke sisi backbone internet ada dua macam, asynchronous transfer mode (ATM) dan internet protocol (IP). IP lebih populer karena lebih banyak perangkat pendukung sesuai dengan standar ini.
Kapasitas port DSLAM bermacam-macam, dari empat port hingga ribuan port, disesuaikan dengan potensi pelanggan yang dilayani. Modem ADSL di sisi pelanggan dimensinya lebih kecil, dilengkapi colokan untuk data dan suara. Seperti halnya modem analog, modem ADSL tersedia dalam bentuk internal (terpasang pada motherboard komputer) maupun eksternal (terpisah dari komputer).
Ada dua sistem modulasi yang sekarang ini banyak dipakai oleh pemasok (vendor) ADSL, yaitu carrier-less amplitude/phase (CAP) dan discrete multi-tone (DMT). Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan dan belum ada standar resmi untuk pengodean ADSL.
CAP merupakan salah satu versi pengodean quadrate amplitude modulation (QAM) yang memodulasi data yang masuk dengan sinyal pembawa (carrier) tunggal kemudian ditransmisikan melalui saluran telepon. Sinyal pembawa tersebut telah dikompres sebelum ditransmisikan dan dapat dikembalikan ke asalnya pada sisi penerima sehingga seolah-olah tanpa sinyal pembawa (carrier- less).
Pada teknik pengodean DMT, data yang masuk dikumpulkan terlebih dulu, kemudian didistribusikan melalui sinyal pembawa kecil yang jumlahnya sangat banyak. DMT membuat kanal-kanal ini menggunakan teknik yang dikenal dengan discrete fast-fourier transform.
Banyak keuntungan penggunaan teknologi ADSL. Operator tidak perlu melakukan penggantian jaringan kabel telepon eksisting untuk membangun infrastruktur broadband secara cepat, berarti pengurangan biaya investasi.
ADSL juga lebih murah dibandingkan dengan penggelaran serat optik ke rumah-rumah pelanggan (fiber to the home/ FTTH). Keuntungan pelanggan, ia dapat melakukan komunikasi data lewat internet dan komunikasi suara sekaligus hanya dengan satu saluran telepon, tak perlu menambah saluran baru.
Kenyamanan pengguna saat berinternet ria tak akan terganggu panggilan telepon masuk, tidak seperti pada dial up internet yang kadang-kadang membuat koneksi internet terputus. Koneksi ADSL selalu tersambung (always on) sehingga tak perlu repot melakukan login berulang kali. Teknologi ini juga sesuai untuk kalangan perumahan (residential), pekerja jarak jauh (telecommuter) dan usaha kecil menengah (UKM) karena biaya berlangganannya relatif murah dibandingkan dengan solusi broadband lainnya. Harga perangkat modem ADSL juga tidak terlalu mahal, berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta, tergantung merek dan fitur yang dimilikinya.

Anton Timur Pemerhati Telekomunikasi E-mail: antontimur@yahoo.com

0 Komentar:

Post a Comment

<< Home